WARNING!!! NASKAH AL-QURAN

WARNING!! BACA CERITA INI SAMPAI HABIS DAN AMBIL HIKMAHNYA.. OKE GUYS??! ^_^
Setelah kejadian yang mempermalukan dosen pro zina, ia mengundurkan
diri. Dan ditunjuklah dosen baru untuk mengajar di kelas fenomenal
tersebut.
Di hari pertama ia mengajar, ia telah menarik banyak
simpati mahasiswa karena wawasannya yang luas tentang keIslaman. Namun
di akhir kuliah, ia membuka sekmen diskusi dan mulai memasukkan paham sesatnya. ALAMAAAAK!! LIBERAL JUGA TOH??!
Dosen: "Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia lebay. Kenapa
harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika
menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Quran? Wong yang dibakar kan cuma
kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok. Yang Qurannya kan ada
di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti
dicerdaskan."
Meskipun pongah, namun banyak mahasiswa yang setuju
dengan pendapat dosen liberal ini. Memang Quran kan hakikatnya ada di
Lauh Mahfuz..
Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas.
Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah
si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si dosen.
Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Wah, saya sangat terkesan dengan hasil analisa bapak yg ada disini."ujarnya sambil membolak balik halaman diktat tersebut.
"Hhuuhhh...."semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres.
Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injak diktat dosen tersebut.
Kelas menjadi heboh. Semua orang kaget, tak terkecuali si dosen liberal.
Dosen:"kamu?! Berani melecehkan saya?! Kamu tahu apa yang kamu
lakukan?! Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?! Lancang kamu
ya?!"
Si dosen melayangkan tangannya ke arah kepala sang mahasiswa
kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan menangkap tangan si
dosen.
Mahasiswa: "Marah ya pak? Saya kan cuma nginjak kertas pak.
Ilmu dan pikiran yang bapak punya kan ada di kepala bapak. Ngapain bapak
marah kalau yang saya injak cuma media kok. Wong yang saya injak bukan
kepala bapak. Kayaknya bapak yang perlu dicerdaskan ya??"
Dosen: "#%&/&%@%&*/(#@@##???.." (speechless)
Si dosen merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat sangat..
Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik..:-)
sumber:-
Tiada ulasan:
Catat Ulasan